Wisata Religi Dengan Jalan-Jalan Ke Bagan, Myanmar

Wisata Religi Dengan Jalan-Jalan Ke Bagan, Myanmar

Jika Anda sedang bingung untuk mencari tempat wisata yang indah namun masih di dalam regional asia tenggara, maka Anda bisa mempertimbangkan jalan-jalan ke Bagan, Myanmar. Daerah ini akan memberikan pengalaman yang berbeda dengan tempat wisata yang lainnya karena Anda akan disuguhi tidak hanya puluhan candi, pagoda, dan biara namun hingga ribuan. Bangunan-bangunan ini tersebar pada daerah yang disebut dengan zona arkeologi Bagan. Daerah ini memiliki luas sekitar 13 x 8 km dengan pusat daerah disebut dengan Bagan tua. Cuaca di sana sama seperti negara-negara tropis lainnya, suhu berkisar pada angka 30 derajat celcius dan cuaca yang paling panas akan terjadi pada bulan April dengan tingkat kepanasan hingga 37 derajat celcius.

Bagan sendiri mempunyai nama asli Pagan yang berlokasi di daerah bagian Burma (Myanmar). Kota ini menjadi cikal bakal terbentuknya negara Myanmar secara keseluruhan yang dimulai sekitar abak ke-9 hingga abad ke-13. Awalnya terdapat lebih dari 10.000 candi Buddha, pagoda, dan biara yang didirikan di dataran Bagan ini. Namun, sekarang hanya terdapat sekitar 2.200 candi dan pagoda. Perkembangannya daerah arkeology Bagan menjadi salah satu destinasi para turis baik dari dalam maupun luar negeri. Jika mengacu kepada cerita orang-orang Burma, Bagan telah ditemukan pada pertengahan abad ke-9 oleh Mranma atau orang-orang Burma. Secara teritorial, wilayah ini dahulu telah masuk ke dalam kekuasaan kerajaan Nanzhao di lembah Irrawaddy. Berikut ini adalah beberapa nama candi yang perlu Anda ketahui sebelum berangkat jalan-jalan ke Bagan, Myanmar.

  1. Candi Ananda ini dibangun pada tahun 1105 oleh Raja Kyansittha, bangunan ini adalah candi yang paling terkenal di antara jenis candi yang lain.
  2. Pagoda Bupaya yang dibangun sekitar 850 masehi oleh Raja Pyusawhti. Pagoda ini sebenarnya pernah hancur akibat gempa bumi yang melandan Myanmar pada tahun 1975 lalu. Dan pihak pemerintah membangun kembalo pagoda ini seperti sedia kala.
  3. Candi Dhammayangyi dibangun pada jaman Raja Narathu. Candi ini sendiri membutuhkan waktu sekitar 3 tahun, yaitu dimulai pada tahun 1167 hingga 1170. Candi ini menjadi candi terbesar di antara candi-candi yang lain.
  4. Pagoda Dhammayazika ini dibangun pada masa kerajaan Sithu II dan membutuhkan waktu hanya dua tahun, yaitu dimulai pada tahun 1196 hingga 1198.
  5. Candi Gawdawpalin juga dibangun pada masa kerajaan Sithu II namun tidak selesai. Sehingga dilanjutkan oleh raja selanjutnya yaitu Raja Htilominlo. Hal tersebut juga mengakibatkan pengerjaannya membutuhkan waktu yang lama. Sekitar 24 tahun yang dimulai pada jaman Raja Sithu II tahun 1211 hingga jaman Raja Htilominlo pada tahun 1235.
  6. Candi Gubyaukgyi yang juga disebut dengan Wetkyiin. Candi ini dibangun pada masa kerajaan Kyansittha pada awal abad ke-13.
  7. Candi Gubyaukgyi ini disebut juga Myinkaba yang didirikan lebih awal, yaitu pada tahun 1113 oleh Pangeran Yazakumar.
  8. Candi Htilominlo adalah candi yang dibuat oleh Raja Htilominlo sendiri. Karena disamping itu Raja Htilominlo juga sedang mengerjakan Candi Gawdawpalin. Tepatnya candi ini dibangun pada tahun 1218 dengan 3 ruangan dan memiliki tinggi 46 m.
  9. Candi Mahabodhi adalah candi lainnya yang dibuat oleh Raja Hyilominlo pada tahun 1218. Candi ini memiliki replika yang disebut dengan Bodh Gaya.

Candi dan pagoda di atas adalah hanya beberapa contoh dari ribuan candi dan pagoda yang dapat Anda temui ketika Anda jalan-jalan ke Bagan, Myanmar. Tentu saja Anda tidak akan mungkin untuk mendatangi 2.200 candi dan pagoda tersebut dalam satu hari atau bahkan satu minggu. Oleh karena itu, jika Anda merasa jatuh hati kepada Bagan, Anda harus mencari penginapan terlebih dahulu Wisata Luar Negeri.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>